Himaprodi Akuntansi: Menggelar Seminar Fintech Dalam Memasuki Ekonomi Digital

BAGIKAN:

Lpmmei.com- Malang, Himaprodi Akuntansi Universitas Islam Malang (UNISMA), adakan Pengenalan dan Pembelajaran Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan mengusung tema Kesiapan Hadapi Fintech Dalam Memasuki Ekonomi Digital, pada Sabtu (24/11). Bertempat di Hall Abdurrahman Wahid Gd Pascasarjana Lt 7.

Tujujuan diadakannya Pengenalan dan Pembelajaran Prodi Akuntansi (P3aksi) hanya untuk mengakrapkan mahasiswa baru khususnya Prodi Akuntansi dan untuk memberikan wawasan keilmuan tentang bagaimana tantangan Ekonomi memasuki Revolusi Industri 4.0.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Nur Diana, SE, M.Si mengatakan bahwa di Era Revolusi Industri 4.0 akan menimbulkan ancaman pada korporasi raksasa, disisi lain korporasi tidak harus mempunyai ukuran yang besar, dalam hal ini korporasi harus mempunyai sumberdaya manusia yang berkompetensi tinggi dan lincah dalam menghadapi ekonomi digital.

Trisna Nataliansyah sebagai narasumber yang menjabat sebagai Ragional Retail Banking Manager Ragion V Jawa 2 PT, Bank Syariah Mandiri, mengatakan “ Indonesia harus mampu memanfaatkan peluang yang ada dari adanya fintech ini, ada beberapa peluang yang dapat di kembangkan di Indonesia seperti : Semakin banyaknya fintech company yang berkembang di Indonesia dimana ekspor Indonesia 20% adalah dari industri halal terutama dalam bidang makanan/halal food ini dikarenakan di Indonesia 85% penduduknya adalah muslim, hal ini yang perlu dimanfaatkan untuk memajukan prekonomian Indonesia.

Sedangkan Dr. Puji Handayani. S. E, M. M, Ak, Ca, Cma, CSRS, ketua Ikatan Akuntan Indoneia (IAI) Sebagai narasumber kedua menyampaikan kepada peserta seminar, “ Penyelenggaraan e-commerce juga dapat menjadi peluang dimana kebanyakan tranksaksi e-commerce kebanyakan melalui perbankan seperti Tokopedia dimana disini komsumen ingin mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi dan Indonesia berpotensi besar untuk menjadi negara dengan tingkat kemajuan digital yang tinggi.” (Pewarta/Nisa Mei).

Related posts

Leave a Comment