Mahasiswa Unisma Mengadakan Sosialisasi Produk Kopi dan Persaingan Di Pasar Global

sosialisasi rencana prodok kopi

BAGIKAN:

LPM MEI.COM- MALANG- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) mengadakan sosialisasi dalam merancang penciptaan produk kopi serta persaingannya di pasar global, dengan tema “ Menumbuhkan Jiwa Enterpreneurship Melalui Pembuatan Produk Potensi Desa” pada 13 Agustus 2019 di balai desa simojayan kecamatan Ampelgading Malang.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mendongkrak perekonomian dan memanfaatkan potensi desa Simojayan dan mampu membuat brand kopi dengan identitas sendiri.

Dalam sosialisasi tersebut melibatkan beberapa pihak, yaitu pemateri sosialisasi produk disampaikan oleh Khoirul Anwaruddin Broto Suharto,SE,MM yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA. Kedua para audiens yang berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa Simojayan dan dihadiri Dosen pendamping Lapang (DPL) Dr.H. Ahmad Siboy SH.MM, dan sekretaris desa Imron.

Ketua Pelaksana Miftah Hayatun mengatakan dalam sambutannya “sosialisasi ini mengutarakan keingininan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 14 yang ingin membantu masyarakat Simojayan dalam hal peluncuran produk dalam pasar yang lebih luas dengan kualitas yang baik dengan branding bukan lagi kopi Dampit melainkan kopi asli dari desa simojayan”. Ujarnya

Sambutan yang selanjutnya dari ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) yang menjelaskan peningkatan nilai tambah dai produk kopi simojayan dapat dilakukan dengan disangrai “GAPOKTAN akan mendukung penuh dari kelanjutan progam ini agar dapat menjadikan kesejahteraan untuk petani kopi dan tetap eksis sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya”. Kata suyadi

Dosen pendamping Ahmad Siboy SH.MH juga mengutarakan pendapatnya “tidak hanya mengenai pemasaran yang perlu ditingkatkan. Tetapi juga dalam hal mencari citra nama dan juga penetapan harga yang strategis dan direrima masyarakat pencinta kopi”. Tegasnya.

Ahkmad juga akan meletakan produk kopi simojayan dalam lingkungan kampus, seperti ministore Unisma dan juga café yang terdapat di lingkungan Unisma. Ketiga tempat tersebut dipilih untuk memasarkan produk secara strategis. Hal ini bertujuan agar produk dikenal lebih luas dikalangan Mahasiswa ataupun Masyarakat, tidak hanya itu dalam memberikan perizinan berupa hak intelektual seperti hak merek juga sangat penting dilakukan. Hal tersebut dilakukan untuk pengembangan suatu produk dan juga sebagai identitas tentang suatu kepemilikan terhadap kopi simojayan. “saya berharap pemasukan jalan dan surat surat perizinan ada dalam hal identitas kepemilikan kopi simojayan”terangnya.

Sedangkan pemateri Khoirul Anwaruddin Broto Suharto,SE,MM mengatakan ”pemasaran adalah suatu lokomotif utama yang harus difikirkan karena dalam perkembangannya , suatu sistem pemasaran sangatlah berkembang baik ofline maupun online”. Kebiasaan petani yang masih menjual kopi di pengepul dan kurangnya keberanian masyarakat simojayan dalam memasarkan produk sendiri dapat diarahkan. terangnya.

Lanjut pemateri memberikan masukan besar untuk petani agar membuat suatu wisata di desa simojayan sebagai desa wisata petik kopi. Karena wisata tersebut sangatlah cocok untuk diciptakan,  melihat dari kondisi desa yang banyak perkebunan dan infrastuktur yang baik untuk melaluinya. Tegasnya. (khil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *