Peluang Usaha Keripik Nangka Mampu Tembus Pasar Internasional

1
19
foto: meirs
foto: meirs

 

 

“Kesuksesaan tidak dijemput dari latarbelakang strata social namun dari kegigihan dan konsistensi dalam mendobrak kreatifitas membangun perubahan“

 

Berbicara perihal pasar internasional tidak selalu berkaitan dengan usaha-usaha besar, tidak melulu berbicara soal usaha yang telah berbentuk badan seperti perseroan-perseroan pada umumnya.

Daerah Bunul, kecamatan Pakis, kabupaten Malang terdapat usaha rumahan yang mampu mendistribusikan produknya tidak hanya di dalam negeri namun hingga ekspor keluar negeri. Hal ini membuktikan bahwa usaha rumahan juga mampu menembus pasar internasional. Usaha milik Yahya dan Istrinya Mutmainah ini telah berdiri sejak tahun 2011 yang kini sudah mampu menghasilkan omset penjualan sebesar 10juta per bulan. Melalui usahanya ini  angka pengangguran sudah tidak ada lagi di daerahnya.

Fakta mengenai fenomena banyaknya pengangguran yang semakin meningkat setiap harinya menjadi salah satu momok yang sangat menakutkan di masyarakat dan menjadi suatu masalah sosial yang harus diselesaikan. Untuk menjawab permasalahan ini tentu salah satunya adalah dengan menambah jumlah lapangan pekerjaan. Inilah yang kemudian dilakukan oleh Yahya melalui usahanya.

Ide dalam mendirikan usaha rumahannya ini berawal dari musibah yang dialaminya pada tahun 2011. Ia diphk dari pekerjaannya dan sebagai tulang punggung keluarga, kejadian tersebut memaksanya berpikir keras untuk mencari penghasilan. Seiring berjalannya waktu Yahya berfikir ingin membuat usaha sesuai dengan bidang yang ia geluti yaitu di bidang mesin. Akhirnya Yahya membuat mesin penggorengan sebanyak 2 buah. Selain faktor itu, karena melimpahnya  buah nangka di daerah tempat tinggalnya membuat Yahya berfikir untuk membuat kripik nangka.

Awal dalam memulai usahanya, Yahya mengalami kesulitan  dalam sektor modal. Untuk membuat satu unit mesin penggorengan, Yahya harus mengeluarkan uang sebesar 100 juta. Bukan hal yang mudah untuk Yahya mengumpulkan modal  yang begitu besar. Hal tersebut diatasinya dengan meminjam modal dari bank dan kerabat dekatnya. Saat ini dibantu oleh 12 orang pekerja Yahya sudah bisa menjalankan usahanya dengan sangat lancar.

Nangka diperoleh Yahya dari supplier yang tidak hanya dari malang namun juga dari luar daerah malang. Untuk nangka yang berasal dari malang biasanya dihargai 2.500 per kilo, sedangkan yang dari luar daerah Malang biasanya berkisarkan dengan harga 2.800 rupiah per kilo. Semua jenis buah nangka bisa diolah menjadi kripik, kecuali jenis nangka bubur.

Biasanya buah nangka yang dikirim pabrik belum dalam keadaan matang. Hal ini bertujuan agar buah nangka bisa matang tepat pada saat diolah. Kegiatan pengolahan kripik nangka dimulai dari proses pengupasan dan pemisahan dari biji nangka. Selanjutnya daging buah nangka direndam dulu sekitar satu jam agar getah buah nangka hilang.

Dalam pengolahan kripik, Yahya tidak perlu repot menggoreng karena  mesin penggoreng yang dimilikinya sudah tergolong canggih. Kripik tersebut dapat matang secara otomatis dalam mesin pengorengan itu. Canggihnya mesin karya Yahya tersebut membuat Negara tetangga melirik dan berminat untuk membelinya.

Setelah memalui tahap penggorengan masih  berlanjut pada proses pengeringan minyak setelah itu kripik bisa langsung dikemas. Setiap kemasan diisi dengan berat minimal 5 kg sampai 10 kg maksimumnya. Harga yang dipatok cukup terjangkau berkisar  80ribu sampai 90ribu. Untuk para pelanggan setia, Yahya menjualnya dengan harga 80rb. Namun, pada hari raya biasanya kripik nangkanya dijual sampai kisaran 100 rb.

Tidak ada pemanis buatan dan tambahan gula dalam produksi kripik nangka milik Yahya. Kripik nangka yang diproduksi oleh Yahya ini memiliki rasa manis alami dari buahnya. Inilah yang kemudian menjadi nilai tambah kripik nangka Yahya.  Kreatifitas usahanya tidak hanya  terpaku pada nangka saja namun ada beberapa macam buah yang diolah, yakni buah apel, semangka, melon, rambutan dan macam-macam buah lainya.

Menjaga kualitas produk menjadi misi utama Yahya dalam menjalankan usahanya. Ini merupakan starteginya dalam mempertahankan pelanggan. Para pelangannya tidak hanya dari dalam negeri saja namun juga berasal dari luar negeri. Mereka biasanya datang langsung ke tempat pembuatan kripik. Untuk customer yang berada di luar negeri biasanya mengunakan jasa ekspedisi.

–              Rony, Fath, Ambarwati

1 KOMENTAR

  1. Many thanks pertaining to taking turns this good subject matter on your website. I came across it on google. I may check back again once you publish much more aricles.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here