Malang Darurat Korupsi Gelar Istighosah Bersama

0
4
Istighosah dan penyalaan lilin bersama warga solidaritas

 

lpmmei.com-MALANG- (6/9) Aliansi Masyarakat Anti korupsi (AL MAK) menggelar Istigosah dan Doa bersama Malang darurat Korupsi,acara ini di ikuti berbagai elemen Masyarakat dan Aliansi Mahasiswa di gedung DPRD kota Malang.

Istigosah dan doa bersama ini di gelar sebagai bentuk rasa peduli Masyarakat Kota Malang terhadap musibah yang menimpa di Kota Malang. Sebanyak 41 Anggota dewan dari 45 Anggota DPRD Kota Malang, komisi pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pembahasan APBN-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015 hal ini yang menjadikan Kota Malang darurat korupsi.

Suep Efendi umur 73 tahun Kc. Sukun kelurahan Tanjungrejo mengatakan saat menghadiri Istigosah “Geraknya Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat kegiatan tersebut di mobilisasi langsung oleh saya dengan kurun waktu dua hari, untuk melakukan konsolidasi dengan Masyarakat dan Mahasiswa, saya sangat berterimakasih kepada seluruh elemen Masyarakat dan Mahasiswa yang ikut serta berprihatin dengan kondisi kota malang”. ujar bapak yang berumur 73thn.

Efendi juga menegaskan ”Kalau sekarang DPRD-nya tidak ada otomatis tidak akan terjadi anggaran apa untuk membiayai kesejahtraan warga Kota Malang, Mamun alhamdulillah sekarang ini sudah ada di gedung dewan sudah ada yang mengurus sehingga pengurusan APBD akan segera di lakukan, itu yang kami tunggu”.

“Harapan kepada KPK harus sesuai dengan apa yg di lakukan mereka, KPK harus lebih tegas, dan saya sebagai warga Kota Malang akan selalu mendukung kinerja KPK serta akan selalu ada di belakangnya untuk mendukungnya. Harapan kepada KPK tidak boleh menyerong ke kanan ataupun kekiri. Kami mewakili masyarakat Kota Malang yg di dukung oleh aliansi mahasiwa seluruh kampus kota malang, namun bukan rasa kecewa yang dirasakan tapi akan terus mendukung atas kinerja KPK bahkan mendukung 100%”. Tambahnya saat didatangi para awak persma pada saat diwancarai.

Sedangkan menurut Masusah dari Aliansi Pemberdayaan perempuan juga menanggapi dengan adanya tindak korupsi oleh anggota dewan; “ yang pasti pertama warga Kota Malang semua sangat prihatin sekali dan semoga yang sudah ada disana menjadi pelajaran dan pengalaman kedepannya serta menjadi orang yang baik dan sukses dan harapannya keadaan kota malang kembali kondusif”.

”Dengan terjadinya tindakan korupsi pasti pula mengakibatkan penurunan mental pada warga Kota Malang. Sehingga  secara tiba-tiba kantor yang berisi 45 terkna kasus korupsi sebanyak 41,  tempat para dewan habis kosong terus yang mimpin nanti siapa yang mewakili rakyatnya siapa dan jika semoga ada gantinya”. Tambahnya. (Pewarta/Roni Mei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here