SIAPA DI ATAS PRESIDEN

0
87

 

 

 

 

Film Indonesia yang mengangkat masalah, politik di dua dekade pasca Reformasi memang tidak banyak. Namun film yang di rilis pada tanggal 26 Februari 2015, yang berjudul “ Siapa Di Atas Presiden”, secara gamblang menyajikan sebuah  drama fiktif, politik, dan kriminal yang berlatarkan Pilpres 2014 di Indonesia. Film berdurasi hampir dua jam ini merupakan Film karya Hanung Bramantyo yang bekerjasama dengan Rahabi Mandra.

Di film “Siapa Diatas Presiden”, topik utama adalah susana hangat politik menjelang pemilu. Dimana tiga orang kandidat presiden bersaing ketat merebut hati rakyat dengan caranya masing-masing. Ketiga tersebut sangat berambisi untuk menjadi RI hingga terjadinya  peraktik-peraktik curang. Dalam film ini tak hanya menceritakan kejamnya dunia politik: tetapi penonton akan menemukan drama percintaan dan keluarga yang dikemas dengan baik oleh sang sutradara.

Bagas Notolegowo (Rav Sahetapy) sedang berjuang, mencalonkan menjadi presiden Indonesia periode 2014-2019, menggantikan Presiden Jusuf Syahrir (Deddy Sutomo). Kesibukannya dalam berkampanye membuat hubungannya dengan anaknya Ricky (Riski Nazar) menjadi renggang. Ricky sama sekali tidak setuju dengan langkah ayahnya untuk menjadi presiden, sedangkan Ningrum (Donna Harun), sebagai ibu dan istri yang setia selalu berusaha menyatukan mereka.

Kampanye sudah di gelar Bagas Notolegowo (Rav Sahetapy), berusaha meyakinkan rakyat dengan memberantas peraktik  korupsi. Sikapnya yang vokal dan dicintai rakyat, membuat ia di jebak dalam kasus pembunuhan konspirasi jahat. Akhirnya bagas didekam dalam penjara sampai menunggu putusan pengadilan.  Persaingan menuju kursi kepresidenan sangat ketat antara Bagas Notolegowo, Faisal Abdul Hamid (Rudy Salam) dan Syamsul Triadi (Akri Patrio).

Mengatahui kasus yang menimpa ayahnya, Ricky (Rizky Nazar) berusaha mencari tahu siapa dalang pembunuhan  Ramadhani. Setelah mencari tahu informasi mengenai pengacara hebat, teman-teman Ricky menceritakan seseorang bernama Khrisna Dorojatun (Donny Damara), yang merupakan pengacara hebat dan tidak pernah bermain kotor, serta selalu menang di meja hijau. Tetapi Khrisna sudah sejak lama berhenti sebagai pengacara dan mengajar sebagai dosen. Ricky pun ikut kelasnya dengan tujuan untuk meminta pertolongan menyelesaikan kasus ayahnya. Seusai mengajar Ricky berkenalan dengan Khrisna dan juga anaknya Laras (Maudy Ayunda).

Dalam perkenalan tersebut Ricky menceritakan semua yang menimpa ayahnya, dan meminta Khrisna untuk menjadi pengacaranya. Awalnya Khrisna menolak dan menyuruh Ricky pergi, hingga percakapakan panjang lalu Khrisna mencontohkan sebuah kasus sederhana kepada Ricky. Intinya:

Khrisna            : “ Ada seorang ibu setiap harinya pencari kayu bakar, suatu ketika dia dalam perjalanan pulang melihat singkong tergeletak di tanah, ia lapar lalu ia mengambilnya, sialnya dia ketahuan.  lalu dia membela diri dia bilang singkong itu sudah lama tergeletak di tanah sebelum dia mengambilnya  kalau  kamu sebagai hakim di pengadilan. Menurut kamu?”

Ricky               : “Ya, ibu itu bersalah, singkong itu punya orang dia bisa dituduh mencuri.”

Khrisna            : “Tapi ternyata itu adalah singkong dari kebun anaknya sendiri. Menurut kamu?”

Ricky               : “ Kecuali anaknya ikhlas, tapi ibu itu tetap bersalah,’’

Khrisna            : “Tapi kalau anaknya menuntut ia kepengadilan, dengan uang sebesar 10 juta, kamu hakimnya menurut kamu?”

Ricky               : “Ibu itu tetap bersalah menurut hukum, tapi saya akan mengurangi tuntutan itu.”

Khrisna            : “ jadi berapa’”?

Ricky               : “1 juta.”

Khrisna            : “Tapi ibu itu tidak punya uang sebanyak itu satu-satunya keluarga yang bisa di pinjamin uang adalah anaknya yang menuntut ia di pengadilan menurut kamu?”

Ricky              : “Sebagai hakim saya tetap vonis ibu itu bersalah”

Khrisna            : “ Kasik tahu ke ayah kamu besok saya ingin bertemu dengannya”

Sidang pertama sudah di mulai namun bukti-bukti masih kurang hingga: Ricky dan laras mencari bukti baru, ia datang ke tempat kejadian yaitu di Apartemen, Bagas sudah tahu bahwa yang ikut campur kasus ini nyawanya akan terancam dan mencoba mencegah Ricky untuk berhenti menelusuri kasusnya. Tetapi Ricky tetap berani ia terus mencari bukti-bukti kalau ayahnya tidak bersalah. Di samping itu polisi, Astri (Atikah Hasiholan) mengawasi Ricky dari belakang. Polisi yang satu-satunya membantu menyelesaikan kasus Bagas di antara polisi lain yang terlihat berkonspirasi dengan penguasa.

Bukti-bukti berupa Flasdisk yang berisikan data penting telah di temukan dan Ricky segera memberi tahu Khrisna. Sementara itu di sel, Faisal Abdul Hamid mengunjungi Bagas dan menyuruhnya menelpon Ricky agar membawa berkas-berkas yang telah diambil. Akhirnya, Khrisna dan Ricky bergegas menuju sel. Tetapi, Ricky yang sudah merasa kesal, kembali menelpon  Faisal  dan berkata, “Menjauh dari ayah saya! Bilang kepada keluarga anda bahwa anda akan menghabiskan sisa hidup anda di penjara!”.

Di dalam perjalanan ke kantor polisi, Ricky dan Khrisna terlihat ada yang mengikuti, penjahat itu mengejar-ngejar mobil  Khrisna dan mencoba membunuh keduanya hingga mobil Khrisna tertabrak dan terbalik. Terlihat Ricky dan Khrisna masih hidup, Khrisna pun menyuruh Ricky pergi untuk menyelamatkan dirinya: Sedangkan penjahat mendekati Khrisna dan menembaknya hingga meninggal dan barang bukti diambil kembali.

Mendengar kematian ayahnya dari Ricky, Laras pun menangis deras air matanya tak bisa di bendung  karena ia tidak punya siapa-siapa selain ayahnya. Lalu meraka berdua memutuskan melanjutkan kasus Bagas tetapi meraka tidak punya bukti-bukti lagi karena sudah di rampas Satria (Rio Dewanto), yang merupakan penjahat sekaligus pembunuh Ramadhan. Laras pun ingat yang di katakan ayahnya sebelum meninggal, salah satunya untuk meyakinkan rakyat yaitu membangun “Opini Publik”, Ricky pun setuju dan memulai memanfaatkan media sosial, ia menulis  panjang lebar tentang ayahnya bahwa ayahnya tidak bersalah dan memposting di twitter dengan hastag #kisahayahsaya.

Selanjutnya langkah yang dilakukan Ricky dan Laras, adalah menghadiri Debat Calon Presiden yang ditayangkan disalah satu Stasiun TV sedang Ricky datang sebagai peserta debat mewakili Ayahnya. Di tengah berlangsungnya acara terjadi sebuah kejadian yang tidak terduga yaitu Faisal Abdul Hamid, salah satu kubu lawan ditembak oleh si pembunuh dari jarak jauh, seketika keadaan menjadi ricuh baku tembak terjadi di stasiun TV tersebut, namun si pembunuh tetap mengincar untuk membunuh Ricky.

Sedangkan Iptu Astri yang sedang mengawasi Ricky dari belakang terlihat saling kejar, dengan Satria si Pembunuh  hingga ke atas gedung. Namun di belakang Ricky menyusul membantu Astri dan terjadi perkelahian serta baku tembak. Alhasil Satria berhasil dilumpuhkan dan ditembak mati.

Pada akhirnya Bagas di bebaskan dan terpilih menjadi presiden Republik Indonesia. Dalam film ini tampak sekali, tidak ada kawan sejati yang ada adalah kepentingan sejati. Bahkan oknum penegak hukum seperti yang sering terdengar juga terlibat dalam perebutan kekuasaan terlihat dalam film: Siapa di atas Presiden. Film ini juga menggambarkan bahwa kebohongan pasti terungkap dan kebenaran akan selalu di depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here