Kode Etik Dilanggar; Aliansi Mahasiswa Fakultas Hukum Unisma Tidak Bungkam

0
15
(Aksi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Malang)
Photografer: Shilmi MEI

LPMMEI- Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (UNISMA), menggelar aksi didepan gedung yayasan menuntut perilaku dosen yang dianggap melanggar kode etik dan penyalahgunaan wewenang. Aksi berlangsung pada 16 Maret, sekitar jam 08.00 WIB, aksi ini berkumpul di gazebo depan kantin Universitas Islam Malang.

Sebelumnya para Mahasiswa sudah melakukan orasi didepan kantin, sambil berjalan ke gedung Fakultas Hukum, di loby gedung B para Mahasiswa melakukan penyegelan terhadap kantor Fakultas Hukum. Aksi ini dilanjutkan menuju ke depan gedung rektorat dan yayasan dengan berorasi, pembacaan puisi, dan pementasan teatrikal yang menggambarkan kondisi Fakultas Hukum beserta rektorat dan yayasan dalam menanggapi kasus ini.

Berdasarkan pers rilis, terdapat 3 tuntutan massa aksi, yang pertama Menyikapi etika dosen dan perilaku menyimpang sebagai seorang pendidik yang semena-mena dalam melakukan proses belajar mengajar. Yang kedua, menuntut transparansi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan terkait Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM), pada angkatan 2019 yang sampai sekarang belum ada kejelasan. Ketiga, Mahasiswa  meminta pertanggung jawaban Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan atas praktik pemotongan dana beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) yang diberikan kepada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Malang.

Dari tuntutan tersebut, Para Aksi Mahasiswa meminta kepada pihak rektorat dan yayasan untuk mengambil sikap. Aksi ini merupakan aksi ke-3 yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum, salah satu indikasi kemunculan aksi ke-3 ini merupakan kemarahan Mahasiswa akan janji yang diberikan oleh pihak yayasan yang tidak kunjung dipenuhi.

Koordinator lapangan, Agung Rizki Lutfi mengatakan “Pihak yayasan berjanji akan memberikan surat keputusan untuk memenuhi tuntutan massa aksi dengan kurun waktu selama satu minggu sejak aksi dibubarkan, tapi nyatanya sampai saat ini pihak yayasan masih belum memberikan kejelasan dari tuntutan kami’. Ujar Agung.

Agung juga menambahkan “ Kalau semisal  hari ini tidak ada keputusan dari pihak yayasan dan tidak memberikan panismen terhadap pelaku pelanggaran kode etik dan penyalagunaan wewenang, aksi akan tetap berlanjut. Mahasiswa juga  meminta utuk pelaku di keluarkan dari Unisma, sejauh ini hanya mengerucut pada satu orang untuk kode etik, sedangkan untuk penyalagunaan dana beasiswa PPA, bukti hanya mengerucut pada satu oknum, tetapi pada forum audiensi yang dilakukan di rektorat dan yayasan sedikit banyak tidak berindikasi pada satu orang, tetapi memang menyangkut lembaga artinya semua jajaran dekanat berindikasi terlibat dalam pemotongan beasiswa PPA”. Tambah Agung.

Aksi ini diwarnai adanya pembakaran ban yang dilakukan massa aksi. Sempat terjadi perdebatan antara massa aksi dengan salah satu pihak rektorat yang berusaha memadamkan api. Namun, aksi tetap dilanjutkan secara damai tanpa ada kericuhan dan aksi tersebut dihadiri oleh aparat kepolisian untuk melakukan antisipasi apabila terjadi kericuhan.

Masa aksi menuntut kepada pihak yayasan, rektorat, dan dekanat, untuk mengambil sikap dalam kasus ini agar pelaku dikeluarkan dari lingkup Universitas Islam Malang. jika tuntutan yang dilakukan massa aksi tidak kunjung terpenuhi, maka aksi akan tetap berlanjut sampai waktu yang tidak ditentukan.

Reporter: Budi Purnomo dan Shilmi

Editor: Nur Avian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here