Tolak Omnibus Law: Aliansi Malang Melawan Aksi Lagi.

0
34

Selasa (20/10), aksi mosi tidak percaya dan tuntutan pencabutan UU Omnibus Law kembali dilakukan Aliansi Malang Melawan (AMM). Serikat buruh dan mahasiswa hadir sejak pukul 11.00 WIB – 16.00 WIB.

Aksi ini dilakukan secara Nasional di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Malang, Surabaya dan Jakarta. Aksi penolakan UU Omnibus Law sebelumnya (8/10/20) berakhir ricuh dan dinilai gagal akibat orasi dan realese yang belum tersampaikan.

Di sepanjang jalang mereka melakukan beragam orasi-orasi politik seperti revolusi, reformasi di korupsi hingga mosi tidak percaya kepada pemerintah. Mereka juga sempat melakukan teatrikal dengan seruan supaya UU Omnibus Law Ciptaker dibatalkan.

“Kami akan terus menggelar aksi mendesak Presiden segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) untuk mencabut Omnibus Law.” Ujar Wahyu Ramadhan, Kordinator lapangan AMM.

Sekitar pukul 16.15 WIB Massa aksi mulai membubarkan diri dari Gedung DPRD Kota Malang. Jika sebelumnya dipenuhi kericuhan, maka aksi kali ini berlangsung damai dan tertib.

Andi Irfan, Ketua dari Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) mengatakan “Aksi (08/10/2020) yang berujung kerusuhan, sebenarnya tidak mengarah kepada kerusuhan, tetapi karena aparat kepolisian tidak profesional dan tidak menerapkan protokol keamanan yang menjadi pokok penting pengendalian aksi.”

“Jika ada teman-teman aksi hari ini menyuarakan aksi perdamaian, kami juga melakukan hal yang serupa. Kami tidak ingin kericuhan, kami ingin damai, kami juga menginginkan rakyat Indonesia makmur dan sejahtera,” tutup Andi.

Penulis: Silmi

Editor: Farah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here